APPI dan I.League Perkuat Komitmen Penyelesaian Hak Pemain dan Pengembangan Kompetisi
JAKARTA, 23 Juni 2026 – Asosiasi Pesepakbola Profesional Indonesia (APPI) melakukan pertemuan dengan I.League (PT Liga Indonesia Baru) guna membahas berbagai isu strategis dalam sepak bola profesional Indonesia, termasuk persoalan tunggakan gaji pemain yang masih terjadi hingga berakhirnya musim kompetisi 2025/2026.
Pertemuan berlangsung di kantor I.League dan dihadiri oleh Presiden APPI Hanif Sjahbandi, anggota Komite Eksekutif APPI Andritany Ardhiyasa dan Yolanda Krismonica, Sekretaris Jenderal APPI Gotcha Michel, serta Kepala Divisi Legal APPI Jannes Silitonga. Sementara itu, I.League diwakili oleh Direktur Bisnis dan Komersial Sadikin Aksa beserta jajaran manajemen.
Dalam pertemuan tersebut, APPI menyampaikan data tunggakan hak-hak kontraktual pemain pada berbagai tingkatan kompetisi yang tercatat hingga 19 Juni 2026, dengan rincian sebagai berikut:
Liga 1: Rp5.312.794.412, USD77.440,00, dan EUR 2.468,94
Liga 2: Rp4.229.051.750 dan USD19.129,40
Liga 3: Rp1.303.597.342
Secara keseluruhan terdapat 188 kasus kontraktual dari 17 Klub Super League, Championship dan Nusantara yang diterima dan ditangani APPI. Dari jumlah tersebut, 22 kasus telah memperoleh putusan final dan mengikat dari National Dispute Resolution Chamber (NDRC) Indonesia yakni:
Super League:
Semen Padang FC
PSBS Biak
Championship:
Adhyaksa FC
Sriwijaya FC
Sementara itu, kasus lainnya masih berada dalam tahap korespondensi dengan klub maupun proses penyelesaian di NDRC Indonesia.
Menanggapi data yang disampaikan APPI, I.League menyatakan kesiapan untuk membantu memastikan penyelesaian tunggakan yang telah memperoleh putusan final dan mengikat dari NDRC Indonesia. Hal ini diharapkan dapat mendorong kedisiplinan dan kepatuhan sejak tahap awal partisipasi klub dalam kompetisi, sekaligus meminimalisir terulangnya permasalahan serupa di masa mendatang.
“Penyelesaian tunggakan yang telah memiliki putusan final merupakan hal yang sangat penting karena menyangkut hak para pemain. Kami mengapresiasi komitmen I.League untuk membantu memastikan proses tersebut berjalan dan berharap peningkatan dalam proses verifikasi dapat mencegah terjadinya kasus tunggakan gaji yang berulang.” Hanif Sjahbandi, Presiden APPI.
Selain membahas persoalan tunggakan, isu yang menjadi perhatian bersama, antara lain peningkatan tata kelola kompetisi, perlindungan hak-hak pesepakbola profesional, kepatuhan terhadap kontrak, serta upaya menciptakan lingkungan kerja yang lebih baik bagi para pesepakbola Indonesia.
APPI turut menyampaikan berbagai aspirasi dan masukan dari para anggotanya di seluruh tingkatan kompetisi sebagai bahan pertimbangan dalam pengembangan kebijakan dan peningkatan kualitas kompetisi nasional ke depan, termasuk dapat terselenggaranya liga putri di kompetisi di tahun ini. Sementara itu, I.League menegaskan akan terus meningkatkan kualitas penyelenggaraan kompetisi melalui penguatan proses verifikasi serta membuka ruang dialog yang konstruktif dengan seluruh pemangku kepentingan.
Pertemuan ini menjadi momentum untuk memperkuat komunikasi dan kolaborasi antara APPI dan I.League dalam mendorong terciptanya industri sepak bola Indonesia yang lebih profesional, sehat, kompetitif, dan berkelanjutan.