Keamanan Pesepakbola Profesional dalam Kondisi Kritis
JAKARTA, 18 Mei 2026 — Asosiasi Pesepakbola Profesional Indonesia (APPI), sebagai wadah resmi yang mewakili pesepakbola profesional di Indonesia, menyampaikan keprihatinan mendalam sekaligus mengecam keras rangkaian pelanggaran keamanan yang kembali mengancam keselamatan pemain dalam kompetisi musim 2025/2026.
Insiden dalam pertandingan Persipura Jayapura melawan Adhyaksa FC Banten pada 8 Mei 2026, serta PSM Makassar melawan Persib Bandung pada 17 Mei 2026, menjadi bukti bahwa tragedi Kanjuruhan belum sepenuhnya dijadikan pelajaran bersama.
Bagi pesepakbola profesional, lapangan hijau adalah tempat kerja. Karena itu, keselamatan kerja merupakan hak mendasar yang wajib dijamin sepenuhnya oleh seluruh pihak penyelenggara tanpa pengecualian.
Rangkaian kekerasan yang terjadi sepanjang Mei 2026 tidak lagi dapat dianggap sebagai bentuk luapan kekecewaan suporter semata, tindakan tersebut telah berkembang menjadi ancaman fisik nyata yang membahayakan keselamatan bahkan nyawa para pemain dan seluruh orang yang berada di stadion.
APPI kembali menegaskan bahwa tidak ada pertandingan sepak bola yang lebih berharga daripada nyawa manusia. APPI meminta adanya evaluasi menyeluruh terhadap Standard Operating Procedure (SOP) pengamanan pertandingan, khususnya terkait peran, kapasitas dan kompetensi stewards di area lapangan kepada PT. Liga Indonesia Baru (I.League) selaku operator penyelenggara. Sterilisasi area pertandingan, terowongan pemain, hingga ruang ganti dari pihak yang tidak berkepentingan harus menjadi syarat mutlak penyelenggaraan pertandingan.
Pesepakbola adalah pekerja profesional yang memiliki hak untuk bekerja dalam lingkungan yang aman dan kembali kepada keluarga mereka dengan selamat.
Tidak boleh ada ruang bagi kekerasan, intimidasi, maupun vandalisme dalam sepak bola Indonesia.
Salam profesionalitas,
APPI