Pernyataan APPI Atas Jeda Waktu Pertandingan Piala Presiden 2026

Pernyataan APPI Atas Jeda Waktu Pertandingan Piala Presiden 2026
0%

Piala Presiden merupakan turnamen pramusim yang memiliki peran dalam mempersiapkan pemain dan klub menghadapi kompetisi Liga. Namun, proses persiapan tersebut harus tetap mengedepankan aspek kesehatan, keselamatan dan kesejahteraan pemain.

APPI memandang bahwa jadwal pertandingan dengan jeda pemulihan sekitar satu hari perlu menjadi bahan evaluasi. Terlebih, Piala Presiden merupakan turnamen pramusim, yaitu fase ketika pemain masih berada dalam proses membangun kondisi fisik, meningkatkan kapasitas kebugaran, serta beradaptasi dengan intensitas latihan dan pertandingan setelah masa jeda kompetisi. Pada fase ini, keseimbangan antara beban latihan, pertandingan dan waktu pemulihan menjadi faktor yang sangat penting. Jadwal yang terlalu padat tanpa waktu pemulihan yang memadai berpotensi meningkatkan risiko cedera, kelelahan, serta berdampak pada performa dan kesiapan pemain dalam menghadapi kompetisi resmi.

“Tujuan utama pramusim adalah mempersiapkan pemain agar mencapai kondisi fisik yang optimal untuk menjalani kompetisi yang panjang, bukan memaksakan tubuh bekerja melampaui kapasitas adaptasinya. Pemain bukan mesin, kesehatan dan keselamatan pemain harus menjadi prioritas utama dalam setiap penyusunan kalender pertandingan. Kompetisi yang baik tidak hanya menghasilkan juara, tetapi juga melindungi para atlet sehingga mereka dapat tampil secara optimal, berkelanjutan, dan memiliki karier yang panjang.” dr. Donny Kurniawan, Sp.K.O, Subsp.ALK (K), Head of Medical APPI

Rekomendasi internasional terkait player welfare menyatakan waktu pemulihan minimal 72 jam antar pertandingan sebagai acuan untuk melindungi kesehatan dan keselamatan pemain. Prinsip tersebut telah menjadi bagian dari konsensus antara FIFA, FIFPRO serta para ahli medis dan performance sepak bola dunia dalam upaya mencegah beban kerja yang berlebihan.

APPI berkomitmen untuk terus mendorong penerapan prinsip-prinsip player welfare yang selaras dengan standar internasional, sehingga sepak bola Indonesia dapat berkembang secara kompetitif tanpa mengesampingkan hak pemain atas kesehatan, keselamatan, dan waktu pemulihan yang layak.



View All