Press Release

Press Rellease: APPI TEGAS INGINKAN TUNGGAKAN GAJI DISELESAIKAN SEBELUM LIGA DIMULAI

Menjelang bergulirnya Liga-2 Indonesia Musim 2020, ada sejumlah CATATAN bagi APPI, hal ini dikarenakan masalah klasik kembali terjadi, yaitu tunggakan gaji. Tercatat 5 (lima) klub masih belum menyelesaikan kewajiban pemain nya di musim 2019. Klub-klub tersebut diantaranya PSPS Riau, Kalteng Putra, Mitra Kukar, Perserang, dan PSMS Medan. PSPS Riau menjadi permasalahan yang paling ironis, perselisihan sudah diputus di NDRC dan memiliki kekuatan hukum tetap ,bahkan klub yang bersangkutan telah dihukum untuk tidak dapat melakukan registrasi pemain selama 3 (tiga) periode pendaftaran pemain baru selama belum melunasi kewajibannya, namun sampai dengan saat rilis ini disampaikan masih belum ada pembayaran yang dilakukan. Hal ini menjadi catatan penting bagi klub, operator, dan federasi untuk sama-sama mentaati mekanisme atau produk hukum yang telah dibuat bersama sesuai dengan regulasi sepakbola, jika sampai klub yang bersangkutan dapat melakukan registrasi pemain, APPI akan langsung melaporkan hal ini kepada FIFA dan FIFPro, bahwa produk hukum dari Lembaga Penyelesaian Sengketa yang dibentuk oleh FIFA Professional Football Department dan PSSI tersebut diacuhkan.

Untuk perselisihan sengketa antara Kalteng Putra dan PSMS Medan telah memasuki proses di NDRC. Sebelumnya APPI telah berkorespondensi dengan Kalteng Putra dimana klub yang bersangkutan telah mengakui adanya tunggakan-tunggakan tersebut, maka kewajiban tersebut harus dipenuhi secara keseluruhan dengan tunai dan sekaligus. Kemudian proses NDRC PSMS Medan hanya  tinggal menunggu putusan dari Lembaga tersebut. Jika pada akhirnya permohonan APPI dikabulkan majelis NDRC, maka APPI akan mengawal untuk segera dilakukan pembayaran sesuai Putusan Majelis NDRC tanpa harus menunggu proses verifikasi kompetisi dan berlarut-larut.

Untuk klub Mitra Kukar dan Perserang APPI telah melakukan korespondensi dengan klub yang bersangkutan, terdapat perbedaan angka atas klaim dari pemain dengan keterangan dari klub, dalam waktu yang sempit ini APPI akan tetap menjalin komunikasi yang intensif dengan Klub untuk pencocokan data dan segera untuk menyelesaikan kewajibannya.

Adapun langkah-langkah yang telah APPI tempuh untuk mengawal perselisihan untuk sebagai poin penting bagi para calon peserta kompetisi untuk memenuhi 5 aspek penting dalam Regulasi Club Licencing Regulation FIFA, yaitu telah menemui atau ber-audiensi dengan 3(tiga) stakeholder penting dalam proses ini, yaitu PSSI, LIB, dan BOPI.

 

Pertemuan APPI dengan PT. Liga Indonesia Baru (PT. LIB)

Kamis, 5 Maret 2020, APPI bertemu dengan pengurus PT. LIB yang dipimpin oleh Bpk. Cucu Somantri (Direktur Utama) beserta jajarannya Bpk. Sonhadji (Komisaris Utama), Bpk. Sudjarno (Direktur Operasional) dan Bpk. Hasani Abdulgani (Komisaris).

Pada pertemuan yang dilaksanakan di kantor PT. LIB ini, APPI memberikan informasi bahwa masih adanya tunggakan gaji pemain dan agar untuk dapat menjadi catatan penting untuk diselesaikan sebelum kompetisi bergulir. Bahkan APPI juga menyampaikan tunggakan lainnya seperti klub yang berada di kompetisi Liga-3, Elite Pro Academy, dan Kompetisi Liga Putri.

Pertemuan APPI dengan PSSI

Selasa tanggal 10 Maret 2020, APPI bertemu dengan PSSI, dengan pengurus baru PSSI yang dipimpin oleh Bpk Mochamad Iriawan beserta jajarannya, Bpk Iwan Budianto (Wakil Ketua Umum I), Ibu Ratu Tisha Destria (Sekretaris Jenderal), Indra Sjafri (Direktur Teknik) dan tim staf khusus Ketua Umum. Audiensi ini ialah pertemuan resmi pertama APPI dengan Ketua Umum PSSI sejak terpilih pada 2 November 2019. Hal serupa juga APPI sampaikan bahwa APPI melaporkan masalah-masalah yang ada dan meminta kepada PSSI untuk turut mengawal agar tunggakan gaji segera diselesaikan sebelum liga bergulir. Selain membicarakan tunggakan gaji dan SPC, kami juga membahas mengenai Pemutihan atau Pengampunan Hukuman Seumur Hidup Pemain, Komite Alih Status Pemain dan Kursus Kepelatihan.

Pertemuan APPI dengan BOPI

Rabu tanggal 11 Maret 2020, APPI melaksanakan audiensi dengan BOPI untuk memberikan laporan mengenai tunggakan yang masih belum dilunasi oleh 5 Klub yang akan mengikuti Liga-2 Indonesia musim 2020.

APPI meminta agar 5 klub yang bermasalah tidak diikutsertakan dalam Liga-2 tahun 2020, karena kami menginginkan Liga-2 bergulir dengan awal yang sehat sebagaimana Liga-1, dengan klub-klub yang ikut serta tidak ada permasalahan finansial.

BOPI telah menerima fakta-fakta yang diberikan oleh APPI untuk menjadi pertimbangan pemberian rekomendasi.

Note: Tunggakan-tunggakan ini jika diakumulasi mencapai lebih dari Rp 3,500,000,000 (Tiga Milyar Lima Ratus Juta Rupiah).

NEWS AND UPDATES