News

FIFPro General Assembly – Rome 2018

[DAY – 1 , FIFPro Congress]

FIFPro kembali menyelenggarakan event tahunan mereka, kali ini Italia bertindak sebagai tuan rumah.

Acara dibuka oleh Philippe Piat (Presiden FIFPro) dan Damiano Tomassi (Presiden Asosiasi Pemain Italia), Kemudian dilanjutkan oleh Theo Van Seggelen sebagai Sekretaris Jenderal FIFPro.

Dalam kongres kali ini FIFPro menyampaikan perihal perjanjian baru mereka dengan FIFA yang diwakili oleh James Johnson (Kepala departemen sepakbola profesional FIFA) dan keterilibatan FIFPro dalam pengadilan arbitrase olahraga dunia, CAS, yang disampaikan oleh Roy Vermeer.

FIFPro juga memiliki anggota baru tahun ini yaitu, Kenya, Slovakia, Qatar, Zambia, dan Turki.

———-

[DAY – 2 , FIFPro Congress]

Agenda hari kedua acara Kongres FIFPro yaitu dibagi per divisi  Indonesia tergabung dalam divisi FIFPro Asia Oceania. Salah satu pembahasannya ialah adanya hubungan yang intensif antara FIFPro Asia / Oceania dengan FIFPro Afrika.

Hal lainnya ialah Indonesia akan menjadi tuan rumah Kongres FIFPro Asia / Oceania tahun depan yang direncanakan akan diselenggarakan bulan Maret.

———-

[DAY – 3 , FIFPro Congress]

Hari ketiga yang terselenggara pada tanggal 29 November kemarin, menghadirkan materi dari pembicara – pembicara yang ahli di bidang nya.

Brendan Schwab (Direktur Eksekutif Worlds Players Union) menyampaikan ttg perlindungan pemain terhadap doping, Alexandre Bielefeld menyampailan ttg social engagement, Vincent Gouttebarge (Chief Medical Officer FIFPro) menyampaikan tentang perlindungan cedera dan kesehatan pemain, Caitlin Fisher menyampaikan ttg Strategi Kebijakan untuk pemain, Andrew Orsatti (Direktur Komunikasi FIFPro) menyampaikan tentang branding pemain dalam kaitannya dengan image right, dan Tony Higgins yang menyampaikan kegiatan CSR yaitu Homeless World Cup dan FIFPro Merit Awards.

Acara ini berlangsung tanggal 27 – 29 November 2018. APPI diwakili oleh Ponaryo Astaman (General Manager) dan M Hardika Aji (Sekretaris Jenderal).

NEWS AND UPDATES

Mind The Gap

“Ketika seorang atlet sepakbola berusia 20 tahun, mereka bisa melakukan apa saja dalam sepakbola, namun …

Read More