News

Pesepakbola Profesional Membutuhkan Waktu Istirahat yang Cukup

oleh:

M. Hardika Aji (APPI Secretary General)

FIFPro mengkhawatirkan 15 pesepakbola yang bermain di kompetisi Eropa hanya berselang 2 hingga 4 minggu setelah berpartispasi dalam World Cup 2018 lalu.

Hal ini dikarenakan pesepakbola akan bermain di bawah tekanan antara kebutuhan klub dan kebutuhan diri nya (kebutuhan istirahat). Dalam hal ini FIFPro juga mengerti keadaan implikasi keuangan dari EUFA Champions League dan Europa League untuk setiap klub peserta nya, namun kesehatan pesepakbola ialah hal yang paling utama dan dapat beresiko jika dipaksakan mengikuti jadwal pertandingan yang ada.

Sebagai bagian dari pembicaraan yang akan dijadwalkan oleh FIFA untuk membahas kalender pertandingan mendatang, FIFPro menyerukan segera untuk adanya penerapan periode istirahat wajib untuk semua pemain setidaknya empat minggu antara akhir musim dan awal pramusim berikutnya.

Istirahat 4 minggu bagi pesepakbola wajib menjadi dasar pembuatan kalender pertandingan.

Rujukan istirahat 4 minggu bagi pesepakbola ialah berdasarkan hasil survey FIFPro yang diterbitkan menjelang World Cup 2018 kemarin. Hasilnya ialah:

46% pesepakbola mengatakan rata-rata dari mereka memainkan lebih dari 50 pertandingan lebih dalam 2 musim terakhir. Dan ini terlalu banyak.

Rata-rata pesepakbola Tim Nasional mengatakan mereka membutuhkan waktu istirahat 5 minggu untuk recovery penuh (tidak termasuk latihan pra-musim)

88% pesepakbola mengatakan mereka menginginkan istirahat tengah musim sekitar 2 minggu.

FIFPro mensurvey 543 pesepakbola selama bulan Februari dan April, termasuk klub-klub besar Eropa yang bermain di Liga Inggris, Liga Prancis, Liga Jerman, dan Liga Italia, yang 300 pesepakbola nya bermain untuk Tim Nasional nya.

Berdasarkan hasil survey nya, FIFPro menyerukan kepada FIFA, Liga, dan Klub untuk mengadopsi hal ini ke dalam Persyaratan Minimum Internasional untuk melindungi kesehatan pesepakbola profesional, diantaranya:

  • Pesepakbola mendapatkan istirahat 72 jam dalam antar pertandingan (tidak lebih 3 pertandingan dalam 2 minggu);
  • Pesepakbola memiliki tambahan waktu istirahat setelah perjalanan panjang Internasional;
  • Pesepakbola mendapatkan istirahat tengah musim selama 10-14 hari;
  • Pesepakbola mendapatkan istirahat akhir musim selama 4-6 minggu (tidak termasuk latihan pra-musim).

Kemampuan kesehatan dan kinerja pesepakbola tidak cukup dijaga dalam kalender kompetisi saat ini. Bersama dengan stakeholder lainnya, FIFPro perlu segera menetapkan standar internasional yang dianggap sebagai persyaratan minimum untuk melindungi kesehatan pesepakbola profesional dan untuk menciptakan keseimbangan yang lebih baik dalam kalender pertandingan internasional.

Lalu bagaimana dengan sistem pemberian waktu istirahat yang diterapkan di kompetisi sepakbola profesional Indonesia?

Source :

https://www.fifpro.org/news/fifpro-survey-match-calendar-congestion/en/

https://www.fifpro.org/news/fifpro-statement-on-match-congestion/en/

 

NEWS AND UPDATES

Mind The Gap

“Ketika seorang atlet sepakbola berusia 20 tahun, mereka bisa melakukan apa saja dalam sepakbola, namun …

Read More